Percepat Pembangunan 10 Desa Wisata, Dispar Undang WCS & P3MD

0
251

Bolaang Uki, Sebagai tindak lanjut dari program Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Bolaang Mongondow Selatan , Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengundang dua Lembaga yang berkaitan erat dengan salah satu program unggulan Tim Percepatan yaitu P3MD (Program Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat Desa) dan WCS (Wildlife Conservation Society) tadi Kantor Disparbud.
Program unggulan yang terus dikejar realisasinya yaitu Pengembangan 10 (Sepuluh) Desa Wisata , terkait hal ini P3MD yang merupakan instansi teknis yang akan bersama-sama memngembangkan 10 Desa tersebut dimintakan Grand Design serta kendala-kendala apa saja yang ditemui di lapangan. Disamping P3MD , ada juga WCS sebagai lembaga konservasi yang berwenang di salah satu Desa wisata yang dalam kesempatan ini memberikan timeline tentang Rencana kerja setahun kedepan pasca penandatanganan MoU bersama pemkab beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Selaku Sekertaris Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Bolaang Mongondow Selatan Bapak Resli Paputungan,S.Pd Mengungkapkan pihaknya sengaja mengundang kedua instansi teknis tersebut untuk melihat sejauh mana progress kerja tim , yang dalam tahap ini masuk pada pembuatan Grand Design sebelum kemudian dibahas dengan Lintas SKPD dan Forum Tim Percepatan, Intinya Tim Percepatan ingin ini dipacu sehingga bisa segera direalisasi khusunya 10 Desa Wisata.
“ Iya benar, tadi kami mengundang P3MD dan WCS, karena kami ingin cepat ini tidak bisa lama-lama lagi, mereka tadi diberikan kesempatan menyampaikan rancangan serta kendala-kendala selama penyusunan, nah tugas kami di Tim ini mencari solusi atas kendala tersebut, ini kan lintas SKPD, supaya cepat, itu yang kami harapkan dan Alhamdulillah mereka bisa merancang dengan sangat baik, kendala tetap ada, nanti kita bahas dengan Tim , ada forumnya nanti” Ungkapnya
Sarfa Buntuan Selaku Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa mengungkapkan pihaknya sejauh ini sudah siap dengan paparan tentang 10 Desa wisata, jadi ini tinggal dirapatkan dengan Tim Percepatan, kami butuh pemetaan tentang investasi, supaya tidak tumpang tindih nantinya, ada kendala-kendala kecil di lapangan tapi semoga ini bisa diatasi, ini juga bagian dari Tupoksi kami di P3MD Ungkapnya
“Semua sudah disiapkan ya, kami Cuma mau pilah-pilah mana yang dibangun oleh investor mana oleh kami supaya jelas, terkait kendala di lapangan ada sih, tapi saya yakin kalaum lewat forum tim Percepatan bisa diatasi, intinya ini dulu , dengan pihak dispar sudah deal dulu, baru kita paparkan ke Tim “ Ungkapnya.


Sementara itu Riza perwakilan dari WCS mengungkapkan pihaknya telah menyerahkan proposal perencanaan Pengelolaan Tanjung Binerean sebagai lokasi Konservasi Maleo dan Penyu yang bertempat di salah satu Desa Wisata yaitu Mataindo, kami fokus di konservasi saja, di dalamnya ada pembangunan infrastruktur dan Sosialisasi dan pelatihan dengan masyarakat, untuk tahun ini kami sudah mulai dengan Sosialisasi kepada masyarakat.
“ Timeline nya sudah ada ya , tadi sudah di sepakati dengan pak kadis, kami fokus di konservasi , kami tahun ini sudah mulai dengan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat di Desa Mataindo, ini program kami, “ Ungkapnya.
Pertemuan yang dilaksanakan tadi siang ini (Senin,5/6/2017) ini dihadiri oleh Ridwan aras (Tenaga Ahli Pemberdayaan MAsyarakat Desa) , Widdy Mokoginta (Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif) , Rusdi Gaib (Tenaga Ahli Infrastruktur Desa) , Sarifah Buntuan (Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa) , Riza (WCS) serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan Pejabat Eselon III dan IV di Disparbud. (Admin)

LEAVE A REPLY