Timkes Bolsel Tampil Memukau Di Acara Puncak Festival Batu Pinagut Bolmut

0
251

Boroko, Setelah sukses dengan pelaksanaan Festival Teluk Tomini 2017 yang digelar beberapa pekan lalu, kini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bolsel kembali mempromosikan potensi daerah. Melalu Bidang Kebudayaan, Disparbud mengirimkan Tim Kesenian yang sukses tampil memukau di acara puncak Festival Batu Pinagut yang dilaksanakan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara tadi siangĀ  (Kamis 18/5/2017)
Mengusung tema Rusaknya Habitat Maleo, tarian ini merupakan representasi bentuk ekspresi masyarakat akan pelestarian habitat Burung Maleo sebagai salah satu hewan endemik yang populasinya ada di Bolsel yakni Tanjung Binarean Kecamatan Pinolosian Tengah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Resli Paputungan,S.Pd mengatakan, bahwa pihaknya telah lama mempersiapkan penampilan Tim Kesenian untuk tampil di berbagai acara di dalam maupun di luar daerah, agar nantinya pesan yang disampaikan melalui tarian ini dapat diterima oleh orang banyak, tidak hanya di bolsel, tapi di seluruh penjuru Nusantara.
“Torang so persiapkan dorang pe penampilan ini jauh hari sebelumnya, jadi pihak kami mengirimkan Tim Tari ini bukan hanya tampil untuk seni saja, tetapi ada pesan-pesan moril yang disampaikan melalui tarian ini,terlebih ini bagian dari Promosi pariwisata dan budaya alhamdulillah dorang bisa tampil pas acara puncak di Festival Batu Pinagut Bolmut” Ungkapnya.
Senada dengan Kadisparbud, Kepala Bidang Kebudayaan Tharmin Lahabu juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, Tim Tari tampil dengan sangat kompak dan dirinya yakin pesan moral yang ingin disampaikan melalui tarian itu sangat sukses tersampaikan. Ditanya mengenai jumlah personel yang tampil pada tarian itu, Lahabu mengatakan bahwa ada 5 orang penari, yang 4 orang di antaranya berperan sebagai burung Maleo dan 1 orang sebagai perambah Hutan, Tim ini dari sanggar SMP Muhammadyah Molibagu sebagai mitra kami.
“Ada 5 orang penari, 4 orang berperan sebagai burung Maleo, dan 1 orang perambah hutan. Tarian ini sebagai bentuk kampanye mengajak kepada semua orang terutama perambah hutan agar dorang nyandak lagi merusak habitat burung Maleo, dan ini mempromosikan bahwa di Bolsel juga terdapat hewan ini” jelas Lahabu.


Perlu diketahui, bahwa burung Maleo merupakan hewan Endemik khas Sulawesi yang populasi kian menurun karena penangkapan liar oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Kabupaten Bolsel sendiri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sudah menjalin kerjasama dalam bentuk MoU dengan WCS (Wildlife Conservation Society) untuk melindungi eksistensi hewan endemik tersebut.(admin)

LEAVE A REPLY